Kodim 0818-Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, memperta-hankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Salah satu tugas dari TNI AD yang didalamnya Satuan Komando Kewilayahan (Satkorwil) adalah Komando Rayon Militer (Koramil) yang memiliki sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang mendukung pelaksanaan tugas Kewilayahan sebagai ujung Tombak TNI, dan merupakan Garda Terdepan TNI yang terjun dan berhadapan langsung dengan Masyarakat yang memiliki beraneka ragam Ras, Suku, Agama dan Kebudayaan yang berbeda-beda.

Seperti halnya dengan Babinsa di Satkorwil lainnya yang memiliki tugas dan kewajiban yang sama dalam pelaksanaan tugas kesehariannya, salah satunya Serda Tri Joko dari Koramil 0818/ 07 Pakisaji, yang memiliki Keinginan untuk Membina dan memberdayakan Kaum Difabel (Berkebutuhan Khusus) agar kelak mereka dapat mandiri dan dapat bersinergi dengan warga lainnya untuk sama-sama menciptakan lapangan kerja dan saling mendukung dalam kehidupan di masyarakat.

Namun perjuangan sebelum mewujudkan keinginan itu, pastinya melalui proses panjang dan lika-liku perjalanan yang tidak mudah. Akan tetapi dengan Tekad yang kuat serta Dukungan dari Danramil 0818/ 07 Pakisaji Lettu Inf Didik Hartono (Danramil pada Masa itu) dan Staf Koramil 0818/ 07 Pakisaji untuk membentuk sebuah Komunitas untuk Kaum Difabel di bawah naungan Koramil 0818/ 07 Pakisaji di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur.

Difabel Kartika Mutiara Pakisaja
Kegiatan Pembinaan dan pembingingan Kartika Mutiara Pakisaji

Berawal dari pandangan Serda Tri Joko sebagai Babinsa Pakisaji kepada warga masyarakat Pakisaji yang berkebutuhan khusus dan belum tersentuh oleh kepedulian lingkungan di sekitarnya, dengan membantu tugas Pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Desa melakukan pendekatan ke warga Difabilitas yang rata-rata mereka hidup terkucilkan karena faktor rendah diri dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat serta hidupnya rata-rata kurang mampu dalam segi materiil dan juga faktor ke putus asaan terutama anak-anak difabilitas yang tidak mampu bersekolah di Sekolah Khusus Difabel yang ada di Kota besar, khususnya di Malang Jawa timur.

Dari pandangan itu Serda Tri Joko melaksanakan Koordinasi dengan Komandan Koramil dan Staf untuk melaksanakan Bakti sosial kepada anak-anak Difabel kemudian atas ijin Danramil 0818/ 07 Pakisaji Lettu Inf Didik Hartono maka Serda Joko Tri mulai mendata dan membentuk Komunitas Difabel masyarakat di wilayah Koramil 0818/ 07 Pakisaji dan memberikan fasilitas Aula Makoramil sebagai tempat Kegiatan Komunitas Difabel.

Komunitas Difabel secara Resmi berdiri pada tanggal 27 Januari 2018 setelah dilaksanakan sosialisasi kepada calon anggota Komunitas sejak Bulan Nopember 2017 dan sesuai dengan kesepakatan untuk memberi nama “Komunitas Kartika Mutiara Pakisaji” yang tersusun dari Kartika diambil dari Semboyan TNI AD “Kartika Eka Paksi”, Mutiara yang memiliki arti benda berharga dan indah yang diambil dari dasar laut yang tersembunyi. Kartika Mutiara menggambarkan Seseorang anak yang berkebutuhan Khusus dan ter-isolasi, yang dimana kita harapkan menjadi anak yang berguna, bermanfaat dan berprestasi di masyarakat.

Ramil pakisaji
Stuktur Organisasi Komunitas Difabel Kartika Mutiara Pakisaji

Hingga sekarang Komunitas ini sudah beranggotakan 179 orang yang terdiri dari berbagai Umur dan berbagai kekurangan serta Komunitas ini sudah tersusun Kepengurusannya yang terdiri dari Pelindung, Pembina, Pendamping, Ketua serta Seksi-seksi.

Bertempat di Aula Makoramil 0818/ 07 Pakisaji, kegiatan yang dilakukan secara rutin adalah kegiatan belajar membaca, menulis, berhitung, mewarnai dan memberikan keterampilan-keterampilan bagi anak-anak difabel yang dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu yang dimulai dari pukul 14.00 WIB s/d 16.30 WIB, hingga saat ini telah diikuti sebanyak 54 anak sebagai bekal untuk mereka sehingga bisa hidup mandiri di kemudian hari.

Staf Pengajar dalam kegiatan belajar mengajar untuk sementara di lakukan oleh Ibu-ibu pengurus Kartika Mutiara seperti Ibu Nayun, ibu Khosiah, ibu Qosiah, ibu Supiati, ibu Endang dll mereka secara rutin untuk bergiliran bertugas untuk membimbing dan mengajari mereka.

Beberapa kegiatan yang sudah di laksanakan oleh Komunitas Difabel Kartika Mutiara selain belajar di Makoramil 0818/ 07 Pakisaji, juga mengajukan permohonan ke Instansi terkait yaitu Dinas Sosial untuk memberikan bantuan Alat bantu bagi Difabel berupa Kursi roda, Krek, Alat bantu dengar DLL, serta bentuk pelatihan bagi Pengajar di Komunitas agar lebih luwes dan terampil dalam membimbing mereka, dan pada tanggal 12 April 2018 mendapat pelatihan kepada pengajar Kartika Mutiara dari kantor Dinas Sosial Kabupaten Malang, selain dengan Dinas Sosial pihak Komunitas juga bekerja sama dengan pihak Perusahaan dan Universitas serta masyarakat guna mendukung kegiatan Komunitas Kartika Mutiara Pakisaji.

Difabel Kartika Mutiara
Serda Tri Joko bersama Anggota Komunitas Difabel Kartika Mutiara

Alhamdulilah pada bulan Desember Kartika Mutiara mendapatkan Bantuan dari Kodim 0818 dalam rangka Baksos Hari juang Kartika Tahun 2017 berupa bantuan 3 Unit Kursi roda dan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Malang berupa 25 Unit Kursi roda, Krek serta pemberian Paket Sembako.

Pendanaan adalah hal yang Utama dalam suatu komunitas, maka dalam hal Pendanaan di Komunitas tergantung dari Donatur dari luar dan juga dari Intern Pengurus Komunitas dan Syukurlah setiap kegiatan ada yang bisa membantu dengan ikhlas tanpa ada paksaan karena kami adalah Keluarga yang ada di saat suka maupun duka. Untuk menjalin Komunikasi antar pengurus Komunitas maka setiap Bulan diadakan Rapat Pengurus untuk bertukar Fikiran antar Pengurus dan staf Pengajar demi kemajuan Komunitas Kartika Mutiara Pakisaji.

Sementara menurut tanggapan Danramil 0818/ 07 Pakisaji yang Menjabat sekarang Kapten Czi Widagdo mengatakan bahwa “Penyandang disabilitas di Indonesia tak boleh minder khususnya di Pakisaji. Sebaliknya, mereka harus tampil percaya diri, memiliki semangat, daya juang, semangat belajar, dan kreatif. “Sudah banyak buktinya penyandang disabilitas memiliki prestasi hebat di berbagai bidang, baik pendidikan, olah raga, musik, ekonomi, dan sebagainya,” ucapnya.

Anjang sana
Kegiatan Anjangsana yang di laksanakan oleh Pengurus Komunitas Difabel

Serda Tri Joko mengatakan bahwa “Anak Difabilitas masih menjadi hal yang tabu ditengah-tengah masyarakat sampai saat ini masih banyak orang beranggapan bawa penyandang Difabilitas tidak layak menempati posisi penting ditengah-tengah masyarakat akibatnya diantara mereka tersingkirkan dari kehidupan sosial” ungkapnya.

Kaum difabel memang berbeda, tetapi perbedaan itu bukan alasan menolak mereka untuk mengenyam pendidikan di sekolah yang layak, oleh karena itu kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama mari kita bersama-sama turut mendukung dan membantu kegiatan anak kaum Difabel agar mereka memiliki kepercayaan diri,” pesannya.

Babinsa memberikan materi dan melatih kepercayaan diri bagi anak penyandang Difabilitas dengan cara menangkap ikan dalam kolam dengan menggunakan jaring pelatihan tersebut butuh kesabaran dan seni tersendiri, ujar Babinsa Pakisaji.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan Komunitas Kartika Mutiara Pakisaji diantaranya :

Kasih Sayang Babinsa kepada Difabel
Babinsa secara Bergiliran menjemput Anak Difabel untuk terus belajar di Komunitas Kartika Mutiara
  1. Masih adanya ketidak perdulian orang tua pada pendidikan anak-anaknya yang berkebutuhan Khusus, sebagai contoh: Orang tua tidak mau mengantar anaknya belajar ke Koramil karena kondisi yang tidak mampu sehingga tidak punya biaya untuk transportasi,
  2. Masyarakat sekitar belum sepenuhnya peduli dengan anak-anak Kebutuhan Khusus,
  3. Dalam kegiatan belajar mengajar belum adanya Guru Khusus untuk anak-anak Difabel karena Kendala dana untuk menggaji Guru tersebut,
  4. Aula kurang memadai karena faktor luas bangunannya sudah tua terutama atap,
  5. Komunitas belum bisa menjadi Yayasan yang Sah sesuai hukum karena faktor biaya Notaris yang mahal.

Harapan kami ke depannya untuk Komunitas Kartika Mutiara tetap selalu ada, Istiqomah dan Amanah, serta mendapatkan dukungan penuh dari Masyarakat dan Instansi Pemerintah lainnya, guna memberikan keceriaan dan kebahagiaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Pakisaji dan kami ucapkan banyak terimakasih kepada Komandan Koramil 0818/ 07 Pakisaji beserta Staf Koramil dan Rekan-rekan Babinsa Koramil yang telah memberikan dukungan baik tenaga, Pemikiran dan maupun Materiil kepada Komunitas Kartika Mutiara Pakisaji.

Berita lengkapnya Silahkan Baca di alamat :

  1. https://kodim-0818.id/babinsa-dan-komunitas-difabel
  2. https://kodim-0818.id/baksos-kodim-0818-kaum-difabel
  3. https://kodim-0818.id/baksos-persit-kodim-0818-bersama-penyandang-difabel
  4. https://www.malang-post.com/berita/malang-raya/kodim-0818-salurkan-bantuan-pada-difabel
  5. https://komsos.memontum.com/1098-kodim-0818-dan-koramil-pakisaji-berbagi-kasih-bantu-3-kursi-roda-ke-penyandang-difabel
  6. https://www.timesbanyuwangi.com/berita/27457/hujan-berkah-baksos-kodim-0818-akhirnya-tuntas-meraih-sukses
  7. https://www.timesindonesia.co.id/read/163046/20171214/131421/hujan-berkah-baksos-kodim-0818-akhirnya-tuntas-meraih-sukses
  8. http://www.radarjakarta.com/berita-7573-yonbekang-2-kostrad-baksos-komunitas-difabel-kartika-mutiara-pakisaji.html
  9. https://memontum.com/12997-bakti-sosial-kodim-0818-kab-malang-batu-dalam-rangka-peringatan-hjk-ke-72-tni-ad-dan-hut-kodam-v-brawijaya-2017
  10. https://memontum.com/13695-koramil-pakisaji-dampingi-difabel-terima-bantuan-kursi-roda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here