Desa Pramuka Yang Mendunia

Monumen Pramuka Sedunia Dibangun di Lebak Harjo

Gapura PW ASPAC 1978 Lebakharjo
Sanggar Pramuka di Lebakharjo

Kodim 0818-Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang yang terletak di arah Selatan berjarak 65 Km dr Pusat Kota Malang berada di sebuah lembah di dekat Samudra Indonesia sebagai tempat bersejarah dalam Kepanduan Indonesia pada pelaksanaan 1st PW ASPAC pada tanggal 18 Juni-29 Juli 1978 dan 1st Word COMDECA pada tanggal 28 Juli-9 Agustus 1993 yang lalu, Kenangan terindah selama 40 tahun terakhir yang dikenang oleh Kak Harijadi salah satu dari ratusan warga generasi pertama sekaligus Mantan Ketua Sangga Kerja PW ASPAC tahun 1978 ini yang ada di Desa Lebakharjo, beliau berjalan perlahan mendekati Prasasti Community Development Camp (Comdeca) yang dibangun tahun 1993 bersamaan dengan pelaksanaan tersebut di Desa Lebakharjo yang Pada bagian atas Prasasti terdapat patung empat pramuka penegak dan pandega memegang tiang bendera. “Pramuka membuka keterpencilan Desa kami,” kata Harijadi usia 79 tahun, warga Desa Lebakharjo.

Dengan bangga Kak Harijadi ikut berfoto dengan seragam Pramuka bersama dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Ka Kwarnas) Kak Azrul Azwar di depan Prasasti Comdeca. Azrul yang ditemani dengan pimpinan Kwarnas lainnya memang mengunjungi daerah ini untuk memantau persiapan Lebakharjo sebagai Desa Pramuka dan rencana membangun Monumen Pramuka Sedunia. Azrul berharap monumen yang merupakan usulan Kwartir Daerah Jawa Timur itu dapat diresmikan tahun depan pada perayaan 100 tahun kepramukaan masuk ke Indonesia.

Bapak Pandu Dunia
Sir Lord Boden Powell

Dalam sejarah pramuka, Brownsea Island di Inggris Selatan menjadi Monumen atau tonggak sejarah pramuka dunia karena merupakan lokasi diselenggarakannya perkemahan pramuka pertama kali pada 1907. Perkemahan di pulau yang terletak di selatan Inggris dan dipimpin Lord Baden Powell ini membidani kelahiran kepramukaan atau scouting di Dunia.

Seberapa Pentingkah Arti Desa Lebakharjo yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Malang ini di Mata Pramuka Indonesia dan Dunia?

“Wilayah ini menjadi wahana kegiatan pramuka yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Azrul Azwar.

PW ASPACK 1978 di Lebakharjo
Logo PW ASPAC 1978

Pada 18 Juni sampai 29 Juli 1978, Desa ini menjadi lokasi Perkemahan Wirakarya Nasional dan Perkemahan Wirakarya Asia Pasific yang pertama (1 st Asia Pasific Community Service Camp/ PW 1st ASPAC). Perkemahan Wirakarya merupakan kegiatan bakti kepada masyarakat oleh Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) dan Pandega (21-26 tahun). Kegiatan bakti ini di Inspirasi oleh pidato Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada World Scout Conference ke-23 tahun 1971 di Tokyo, Jepang. Pidato Sultan Hamengkubuwono IX yang ketika itu menjabat Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Gerakan Pramuka ini, mendapat sambutan luas dan dianggap sebagai pembaruan dalam kegiatan kepramukaan di dunia.

Presiden Soeharto membuka perkemahan ini dan menandatangani Prasasti bertuliskan:“Di sini kau berbakti, di sini kau mengabdi, di sini kau bina perdamaian dunia”.  Ribuan Pramuka dari dalam dan luar negeri membangun jalan tembus Lebakharjo ke Pantai Licin, Jembatan Belly, Masjid, Gereja, Los pasar Desa, Puskesmas dan Melakukan kegiatan Pemberantasan buta huruf.

Penandatanganan Prasasti PW ASPAC 1978
Prasasti PW ASPAC 1978

Mantan Ketua Sangga Kerja Perkemahan Wirakarya Asia yang pertama tahun 1978, Ketua Dewan Kerja Daerah Jawa Timur dimana Haryadi menjadi ketuanya, lantas mengusulkan Lebakharjo sebagai tuan rumah pada kwarda dan kwartir nasional.

Kak Harijadi masih ingat jalan utama di Lebakharjo kala itu lebarnya hanya 1,5 meter, butuh waktu 4 jam berjalan kaki menuju jalan raya. Para peserta perkemah-an kemudian membangun jalan yang dapat dilewati kendaraan roda dari dua arah.

Kwartir Nasional pada 1989 mengikutsertakan Lebak Harjo dalam ajang World Scout Competition on Habitat Mewakili Indonesia dan meraih Juara Kedua. Lebakharjo memang sengaja dipilih menjadi lokasi bakti masyarakat pramuka. “Karena daerahnya terpencil dan warga sulit menjual hasil buminya,” kata Kak Haryadi.

 

Logo 1st World Comdeca 1993
Logo World Comdeca 1993

Pada 26 Juli hingga 8 Agustus 1993, desa Lebakharjo menjadi lokasi Community Development Camp (COMDECA). Pramuka utusan dari seluruh dunia membangun jalan tembus dari Lebakharjo ke Lebakroto (ibu kota kecamatan Ampelgading dan tempat pelelangan ikan. Mereka juga mengeraskan jalan Lebakharjo ke Pantai Licin, Renovasi Masjid dan Gereja serta bakti non-fisik.

 

Presiden Soeharto membuka perkemahan ini dan ditutup oleh Wakil Presiden Tri Sutrisno dan menandatangani Prasasti bertuliskan:“DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERKEMAHAN WIRAKARYA KEPRAMUKA-AN SEDUNIA I TAHUN 1993 TELAH DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 27 JUNI-7 AGUSTUS 1993 DESA LEMBAKHARJO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG. Bersamaan Peresmian Monumen Pramuka Sedunia ditempat yang sama.

Penandatanganan Prasasti Monumen Pramuka Sedunia di Lebakharjo 1993
Prasasti Peresmian Monumen Pramuka Sedunia

 

Peresmian Monumen Pramuka sedunia pada Comdeca 1993
Monumen Pramuka Sedunia
“Berkat bakti pramuka, Menanam kopi, durian dan hasil bumi lain menjadi mata pencaharian warga sehari-hari, Jaringan listrik juga disalurkan ke desa ini Dan yang terpenting warga cepat menjual hasil bumi ke luar desa,” kata Kepala Desa Lebak Harjo Pak Sumarno.

“Pihaknya masih menjaga bangunan dan barang peninggalan pramuka dari seluruh dunia, mulai dari gedung sekretariat panitia, rumah peristirahat Presiden Soeharto hingga prasasti, Dia menyiapkan lahan untuk digunakan sebagai Monumen Pramuka Sedunia” Ungkap Kepala Desa Lebakharjo Pak Sumarno.

Sejumlah spanduk menyambut kehadiran Pimpinan Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah Jawa Timur di Lebakharjo. Salah satu spanduk bertuliskan: “Masyarakat Lebakharjo dulu, kini dan sampai kapanpun tetap berjiwa membangun Desa Pramuka”.

Gapura Comdeca 1993
Gapura Comdeca 1993

Dengan semua warganya saat muda aktif di kepramukaan membuat ruh dan semangat kepanduan begitu melekat di desa ini. Tiap penduduk sangat hafal yang namanya regu, barung, sangga, reka, ambalan, pasukan, dan istilah pramuka yang lainnya yang diabadikan menjadi nama jalan dan gang di sepanjang jalan desa.

Dasa Dharma Pramuka dan Trisatya dipasang di depan rumah mereka. Dengan begitu kepramukaan melekat erat dalam darah daging mereka dan terwujud dalam perilaku sehari-hari. Seperti setia kawan, cinta lingkungan, dan gotong royong. Sumber daya alam yang dimiliki Desa Lebakharjo sangat potensial dan melimpah. Desa ini dikelilingi pegunungan dan tebing, aliran sungai yang jernih, serta hamparan sawah dan pantai.

Tak hanya itu, masyarakat desanya yang ramah menjadi faktor pendukung, Lebakharjo sebagai Desa Pramuka. Serta Di desa ini juga ada rumah singgah Presiden RI ke-2 Soeharto, yang sering disebut rumah presiden oleh warga masyarakat. Karena rumah tersebut dijadikan tempat singgah Presiden Suharto pada saat ada perkemahan Asia Pasific pada 1978 silam. sebagai saksi perjalanan Desa Pramuka yang mendunia.

SATYAKU KU DHARMAKAN DHARMAKU KUBAKTIKAN

(By Pendim0818)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here