Kasdim 0818 dalam acara Launching Desa Wisata

KODIM-0818.ID-Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818 wilayah Kab.Malang dan Kota Batu Mayor Inf Teguh Prastowo dampingi Bupati Malang Dr. H.Rendra Kresna saat Launcing Desa Wisata (DEWI) berbasis PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang. Desa Wisata PKK Waturejo ini tentunya tidak terbentuk begitu saja menjelma seperti sekarang dengan trend sektor pariwisata yang kian menggeliat di berbagai daerah saat ini. Dengan pembinaan dan perjuangan selama bertahun-tahuni dilakukan oleh Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Malang di bawah pimpinan Hj.Jajuk Rendra Kresna.

Untuk diketahui Desa Waturejo Kecamatan Ngantang ini mendapat juara pertama Lomba Kesatuan Gerak PKK- KB- Kesehatan (LKG-PKK-KB-KES) tingkat Jawa Timur (Jatim), dan akan terus melaju ke tingkat nasional. Dari situlah, Pemerintah Kabupaten Malang akhirnya memilih desa ini untuk dijadikan Desa Wisata berbasis PKK pertama yang ada di Indonesia.

Bupati menyampaikan rasa bangganya terhadap Desa Waturejo ini yang mampu mengembangkan potensinya menjadi Desa Wisata berbasis PKK. “Dengan prestasi yang telah diraih oleh Desa Waturejo ini adalah suatu kebanggaan tersendiri, dimana masyarakatnya yang secara swadaya mampu mengembangakan potensi-potensi yang ada didesanya. Ini merupakan bukti nyata apa yang selama ini didengungkan oleh Bapak Presiden kita, Joko Widodo bahwa pembangunan dimulai dari desa,” ulas Bupati.

Lebih lanjut Pak Rendra, sapaan akrab Bupati menjelaskan bahwa, Desa Waturejo ini bisa menjadi contoh untuk memacu desa lainnya untuk bisa dikembangkan sesuai potensinya.

Sumber pendanaan yang dilakukan secara mandiri oleh Desa Waturejo ini menjadi bukti keguyuban dan kerukunan serta partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam upaya pembangunan. Semoga apa yang telah dilakukan oleh Desa Waturejo ini dapat menjadikan contoh, ataupun pemicu bagi desa-desa yang lain untuk lebih lagi mengembangkan potensi yang dimiliki, harapnya.

Banyak hal menarik yang bisa ditawarkan desa Waturejo sebagai desa wisata. Karena itu saat ini kita juga melakukan penguatan kepada pokdarwisnya,

Beberapa inovasi yang dikembangkan dari program PKK terbilang cukup banyak dari sisi edukasi, diantaranya Pondok Jampi, Posyandu Cilukba (Ceria Imut Lucu Bahagia), Gerakan Cinta Paksa (cuci tangan pakai sabun), KRPL di tiap rumah warga, Judo Jumantik Sumbergondo, Ovitraf dan ODV. Dimana seluruh inovasi PKK tersebut sudah berjalan dari tahun 2016 lalu.

Diakhir sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Desa Waturejo atas dilaunchingnya Desa Wisata berbasis PKK. “Mengoptimalkan potensi sektor pariwisata merupakan salah satu dari tiga strategi pembangunan, pariwisata bisa mengurangi kemiskinan, pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan. Tidak sedikit dari kabupaten-kabupaten diluar sana yang ingin sekali belajar tentang desa ke Kabupaten Malang, selamat Kepada Desa Waturejo sebagai Desa Wisata satu-satunya yang berbasis PKK,” tutupnya.

Puncak acara, Pak Rendra didampingi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna bersama-sama memukul kentongan sebagai tanda dilaunchingnya Desa Waturejo sebagai Desa Wisata berbasis PKK. Kemudian bersama rombongan, ia menggunakan sepeda berkeliling desa untuk melihat secara langsung lokasi yang menjadi sentra kegiatan.

Turut Hadir mendampingi juga Wakil Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang. Made Arya Wedanthara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menyampaikan, bahwa dengan berbagai prestasi serta daya tarik yang dimiliki oleh Waturejo, maka patut untuk terus dioptimalkan.
“Khususnya sebagai desa wisata, karena memiliki kekhasan yang unik dalam konteks pariwisata. Selain tentunya banyak program unggulan yang nantinya bisa dijadikan bagian dalam wisata PKK tersebut,” kata Made Arya.

Konsep pengembangan desa wisata sudah lama juga dipersiapkan oleh Pemkab Malang. Harapan ke depan, desa wisata PKK ini bisa jadi rujukan desa-desa lainnya. ”Kami jadikan pilot project untuk memacu daerah (desa) lainnya. Tentunya setiap daerah (desa) bisa dikembangkan sesuai potensinya,” imbuh Made Arya.
Jajuk Rendra Kresna, beberapa waktu lalu juga menyampaikan, bahwa banyak praktik baik yang telah dilakukan oleh TP PKK Desa Waturejo. Salah satu contohnya adalah tumbuh kembangnya kesadaran dalam melakukan pemberdayaan perempuan dan keluarga secara massif.

“Awalnya tentu sangat susah untuk menggaet kader-kader muda PKK. Jadi kader PKK itu tidak digaji. Tapi sekarang desa ini telah jadi desa PKK terbaik se-Jatim,” ujar Jajuk Rendra. Desa Wisata berbasis PKK Waturejo ini yang pertama diwujudkan di Kabupaten Malang. Bahkan mungkin pertama di Indonesia. “Jadi nantinya wisatawan tidak hanya menikmati suasana pegunungan yang sejuk di Waturejo sini, namun mereka juga akan mendapatkan edukasi tentang berbagai hal mulai dari pertanian, kesehatan, rumah tangga dan sebagainya. Ibu-ibu PKK desa Waturejo juga sudah siap untuk itu,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here