Kodim 0818-Perkembangan Teknologi dan Informasi saat ini seolah tidak terbendung lagi, semakin beragam kebutuhan manusia maka teknologi dan informasi-pun semakin berkembang, Saat ini, dapat dikatakan teknologi dengan perkembangan dan penetrasi teknologi yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia adalah internet dan mobile phone,  Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Zaman now untuk mengakses facebook bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial facebook mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita dan informasi.

Tidak mau kalah Kodim 0818/Kab. Malang-Kota Batu dan jajarannya sebagai salah satu bagian dari instansi Pemerintah telah memiliki halaman akun facebook resmi yang dapat di akses masyarakat umum, Media sosial seperti facebook terbukti mampu melibatkan khalayak ramai secara aktif dan menjaring masukan dari berbagai kalangan sehingga menciptakan kearifan orang banyak (wisdom of the crowd). Facebook yang dapat diakses dengan mudah melalui telepon seluler menjadi keunggulan tersendiri yang dapat dimanfaatkan instansi pemerintah maupun perorangan dalam memberikan informasi terkait pelayanan yang diberikannya kepada stakeholders, sebaliknya Masyarakat-pun dapat lebih mudah dalam memberikan apresiasi, kritik maupun saran terkait pelayanan yang diberikan, Selain itu dengan media sosial facebook maka jajaran Kodim 0818 dapat terus memonitor aktivitas komunikasi yang terjadi melalui FB tanpa terikat tempat dan waktu. Hal ini tentunya akan makin mendekatkan masyarakat dengan jajaran Kodim 0818 dalam memberikan pelayanan publik. Secara lebih spesifik berikut ini keunggulan dari penggunaan facebook sebagai media sosial, antara lain:

Kesederhanaan

Fakta telah membuktikan media konvensional membutuh keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet, lihat sekeliling kita tidak peduli usia dan latar belakang pendidikan asalkan memegang smartphone kita sudah dapat mengakses internet dengan mudah.

Membangun Hubungan

Media sosial facebook menawarkan kesempatan tak tertandingi bagi instansi pemerintah untuk berinteraksi dengan masyarakat dan membangun hubungan. Instansi mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan kepada masyarakat dengan cepat. Bandingakan dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

Jangkauan Global

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial facebook, instansi pemerintah dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis.

Terukur

Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga instansi pemerintah langsung dapat mengetahui efektifitas informasi dan pengumuman. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

Namun tentunya untuk menunjang hal-hal tersebut di atas, maka perlu disusun Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah sebagai acuan dalam menjalankan mekanisme pengelolaan media sosial serta menjadi acuan bagi pembuatan petunjuk pelaksanaan/teknis pengelolaan media sosial di instansi pemerintah. Pemanfaatan media sosial ini sejalan dengan ketentuan dalam reformasi birokrasi, antara lain pemanfaatan teknologi informasi (e- Government), strategi komunikasi, manajemen perubahan (change management), manajemen pengetahuan (knowledge management), dan penataan tata laksana (business process).

Sesuai dengan dasar Permenpan No. 83 tahun 2012, media sosial memiliki asas, antara lain:

Asas media sosial meliputi :

1. Faktual, yaitu informasi yang disampaikan melalui media sosial berlandaskan pada data dan fakta yang jelas dengan mempertimbangkan kepentingan umum;
2. Disampaikan melalui media sosial sehingga dapat diakses dengan mudah dan diketahui oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja dalam menyampaikan pesan secara benar, jujur, dan apa adanya;
3. Keikutsertaan (participation) dan keterlibatan (engagement), yakni penyampaian informasi melalui media sosial yang diarahkan untuk mendorong keikutsertaan dan keterlibatan khalayak dengan cara memberikan komentar, tanggapan, dan masukan kepada instansi pemerintah;

a) Interaktif, yakni komunikasi instansi pemerintah yang dilakukan melalui media sosial bersifat dua arah;

b) Harmonis, yaitu komunikasi instansi pemerintah melalui media sosial yang diarahkan untuk menciptakan hubungan sinergis yang saling menghargai, mendukung, dan menguntungkan di antara berbagai pihak yang terkait;

c) Etis, yaitu pelaksanaan komunikasi instansi pemerintah melalui media sosial yang menerapkan perilaku sopan, sesuai dengan etika dan kode etik yang ditetapkan, serta tidak merugikan orang lain dan menimbulkan konflik;

d) Kesetaraan, yaitu terbina hubungan kerja yang baik dan setara antara instansi pemerintah dan pemangku kepentingan;

e) Profesional, yaitu pengelolaan media sosial yang mengutamakan keahlian berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan konsistensi;

f) Akuntabel, yaitu pemanfaatan media sosial yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dampak Negatif media sosial

Bagaimana dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial facebook? belajar dari kesalahan penyalahgunaan facebook seperti komentar tidak pantas, insubordinasi, video negatif dan lain sebagainya maka kita sebagai anggota TNI dan PNS agar:

  1. Tidak memberikan komentar yang bersifat menentang terhadap kebijakan pemerintah maupun kebijakan pemimpin TNI.
  2. Tidak mengunggah (upload) ke media sosial berita yang sekiranya dapat merugikan satuan baik media sosial facebook maupun media sosial lainnya.
  3. Tidak mudah terprovokasi terkait berita negatif yang beredar di media sosial.
  4. Tidak memberikan komentar yang berkaitan dengan Ipoleksosbud Hankam karena dapat merusak citra TNI.
  5. Menghindari pengiriman berita yang berklarifikasi rahasia agar tidak dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  6. Tertib dalam penggunaan media sosial dan dilarang memposting meme yang menggunakan gambar atau foto prajuritm, pejabat TNI, institusi dan attribut TNI
  7. Melaporkan hal-hal yang menonjol terkait dengan kebocoran dokumen informasi kepada Komandan satuan.

Etika Media Sosial

Praktisi humas pemerintah perlu menegakkan etika media sosial, yakni :

1. Menjunjung tinggi kehormatan instansi pemerintah;
2. Memiliki keahlian, kompetensi, objektivitas, kejujuran, dan integritas;
3. Menjaga rahasia negara dan melaksanakan sumpah jabatan;
4. Menegakkan etika yang berlaku agar tercipta citra dan reputasi instansi pemerintah;
5. Menghormati kode etik pegawai negeri;
6. Menyampaikan dan menerima informasi publik yang benar, tepat, dan akurat;
7. Menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta nama baik instansi dan perorangan;
8.  Melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kesimpulan

Media sosial bersifat dua arah dan terbuka, yang memungkinkan para penggunanya dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Media sosial berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan aplikasi berbasis internet, yang dibangun atas dasar ideologi dan teknologi internet yang bersifat dua arah (Web 2.0), yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran isi antar pengguna.

Komunikasi melalui media sosial dapat dilakukan antar individu, individu dan institusi, institusi dan individu, serta antarlembaga. Media sosial menghubungkan dan mempersatukan khalayak yang memiliki minat dan kepentingan yang sama, tanpa dibatasi faktor geografi, profesi, usia, dan sekat-sekat lainnya. Media sosial hadir sebagai alat komunikasi dua arah yang efektif dan intensif.

Kehadiran media sosial telah menambah sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi, bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika.

Penggunaan dan pemanfaatan media sosial merupakan salah satu cara dalam memberikan informasi serta menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah serta berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here