KORAMIL 0818/25 PAKIS

PROFIL KECAMATAN PAKIS

SELAYANG PANDANG
koramil 0818-25

Kecamatan Pakis memiliki luas wilayah 53,62 km2 (1,80% luas Kabupaten Malang), batas wilayah kecamatan Pakis di sebelah utara, Kelurahan Pakis berbatasan langsung dengan Kecamatan Singosari. Sedangkan di sebelah timur, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Jabung. Di sebelah selatan, Kecamatan Pakis berbatasan dengan Kecamatan Tumpang. Lalu, di sebelah barat, Kecamatan ini juga berbatasan dengan Kota Malang

Objek wisata Kecamatan Pakis antara lain Wendit Water Park, Wisata Dirgantara, Museum Dirgantara, dan Istana Bordir.

Riwayat sejarah kecamatan Pakis, tidak bisa dipisahkan dari munculnya Tirta Wendit. Konon diceritakan ketika Kadipaten Malang diserang oleh prajurit Mataram sekitar tahun 1542, dimana Adipati Ronggo Tohjiwo menunjuk patih Mangun Yudo (Mangun Darmo) sebagai senopati perang, sedangkan dari Mataram dipimpin Juru Mertani dan Tumenggung Alab-Alab.

Dalam peperangan tersebut Patih mangun Yudo terkena tombak Tumenggung Alab-Alab di bagian perutnya, dan lari ke arah timur menemui Sang Guru Caroko Negoro di Padepokan Pusung Buntung. Namun prajurit Mataram terus mengejarnya hingga Padepokan Pusung Buntung. Di Padepokan tersebut para prajuri Mataram ditemui oleh Resi Laroko Negoro didampingi oleh 2 cantiknya yang bernama Mbah Kabul dan Mbah Sodik Ibrohim serta murid-muridnya sebanyak 144 siswa.

Ketika Juru Mertani dan Tumenggung Alab-Alab bertanya kepada para murid Pusung Buntung, tentang keberadaan Patih Mangun Yudo, para murid itu tidak ada yang mau buka suara, dan hanya saling menatap satu sama lain (clinagk clinguk) sambil garuk-garuk seperti kera. Juru Mertani dan Tumenggung Alab-Alab yang terlanjur marah, akhirnya menyabdo para murid Pusung Buntung menjadi kera (ketek / monyet).

Monyet-monyet inilah yang menjadi cikal bakal kera-kera penghuni petirtaan Wendit yang kala itu masih berupa hutan belantara, dimana pepohonan yang ada hanya berupa pohon Pakis. Jumlah monyet yang 144, dipercaya sampai sekarang meskipun banyak yang beranak dan ada yang mati, namun jumlahnya tetap / tidak bertambah dan tidak berkurang. Sampai saat ini, kalaupun ada monyet yang mati juga tidak pernah ditemukan bangkainya. Itulah monyet-monyet penghuni Pemandian Wendit yang saat ini masih tetap lestari keberadaannya.

Raden Bagus Sapujagat, sebagai pewaris Padepokan Pusung Buntung, setelah keliling sekitaran Padepokan ia menemukan 5 Sumber Air yang semuanya mengalir dan bermuara di Wendit. 5 sumber air tersebut adalah : Sumber Semeru, Sumber Gunung Kawi di Kendogo, Sumber Arjuno Grojokan Sukmo Ilang, Sumber Gunung Sekeno Cemoro Sewu, dan Sumber Laut Selatan.

Untuk menjaga kelestarian dan keberadaan kawasan Pusung Buntung (sekarang Mangliawan), Raden Sapu Jagat memerintahkan dua cantriknya yaitu Mbah Kabul dan Mbah Sodik Ibrahim. Sampai dengan saat ini petilasan (makam) Mbah Kabul ada di dalam Pemandian Wendit, sedangkan makam Mbah Sodik Ibrahim ada di daerah Lowok Suruh Desa Mangliawan. Kedua makam tersebut sampai saat ini, sering dikunjungi para pejiarah. Makam Mbah Kabul yang beragama Hindu, tiap 1 Suro, secara rutin dikunjungi rombongan umat Hindu dari Tengger, sedangkan makam Mbah Sodik Ibrahim yang muslim, banyak peziarah khususnya ketika malam Jum’at Legi.

Sedangkan kecamatan Pakis, digunakan karena pada dahulu ada Desa Pakis yag merupakan wilayah paling luas. Hutan Pakis ini dipisahkan oleh jalan yang membujur dari barat ke timur. Dimana penduduk yang berada di utara jalan dan selatan jalan tidak bernah akur/rukun . Masyarakat sebelah selatan jalan, beraliran dan berhalauan alim dan soleh, sedangkan masyarakat sebelah utara jalan beraliran keras, banyak yang berprofesi maling, brandal, pejudi dan sebagainya. Karena tidak mungkin bersatu maka kedua wilayah itu minta memisahkan diri menjadi 2 Desa, akhirnya menjadi Desa Pakisjajar untuk sebelah utara jalan dan Desa Pakiskembar yang di sebelah selatan jalan. Kecamatan Pakis digunakan dan keberadaannya ada diantara dua Desa itu, untuk menyatukan konflik kedua Desa tersebut.

MUSPIKA PAKIS

Camat

Drs. Firmando H.M

Danramil

Kapten Sri Sukarmanto

Kapolsek

Akp Hartono S.Sos

ARTIKEL PAKIS

TESTIMONI

"Keberadaan Koramil adalah sebagai upaya deteksi dini dari ancaman terhadap bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia"

Ferry Muzawwad, S.I.P.

Dandim 0818

"Babinsa adalah prajurit hebat yang merupakan ujung tombak di wilayah dengan kemampuan yang sangat kompleks"

Teguh Prastowo

Kasdim 0818

CUACA

Pakis
broken clouds
32.1 ° C
32.1 °
32.1 °
39 %
5.4kmh
71 %
Sat
40 °
Sun
37 °
Mon
37 °
Tue
39 °
Wed
38 °