KORAMIL 0818/26 SINGOSARI

PROFIL KECAMATAN SINGOSARI

SELAYANG PANDANG
koramil 0818-26

Kecamatan Singosari berada di sebelah utara Kota Malang dengan luas wilayah 14.876 Ha, Kecamatan ini dilintasi jalur utama Surabaya-Malang, dari sisi SDM Singosari bisa dikatakan sebagai salah satu dari urutan teratas kecamatan termaju dan paling terpandang di Kabupaten Malang. Terletak pada ketinggian 400-700 meter dpl, Singosari beriklim sejuk dengan suhu rata-rata 22 °C-32°C serta curah hujan rata-rata 349 mm per tahun. Daerah yang lebih tinggi berada di sebelah barat di kaki Gunung Arjuno di mana sebagian besar wilayahnya diperuntukkan bagi perkebunan (kopi), kehutanan (mahoni) dan peternakan (ayam). Bersama dengan Lawang dan Kepanjen, Singosari dikenal sebagai kota satelit penyangga utama Kota Malang, yang termasuk dalam kawasan Malang Raya

Batas wilayah Kecamatan Singosari di sebelah utara, Kelurahan Singosari berbatasan langsung dengan Kecamatan Lawang. Sedangkan di sebelah timur, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Jabung. Di sebelah selatan, Kecamatan Singosari berbatasan dengan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lalu, di sebelah barat, kecamatan ini juga berbatasan dengan Kecamatan Karangploso.

Nama Singosari berasal dari Singhasari (Kerajaan Singhasari), sebuah kerajaan besar pada abad ke 10 yang ibukotanya berada di wilayah kecamatan ini dengan rajanya yang terkenal bernama Ken Arok dan Kertanegara. Keturunan dari Kertanegara adalah Wijaya yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit. Salah satu peninggalan kerajaan tersebut yang kini menjadi salah satu tempat wisata andalan adalah Candi Singosari dan sepasang patung Dwarapala yang merupakan patung terbesar di Indonesia, menurut penjaga situs sejarah ini, arca Dwarapala merupakan pertanda masuk ke wilayah kotaraja, Selain itu juga terdapat sebuah candi Budha atau tepatnya stupa di desa Sumberawan dan diberi nama sesuai nama desa itu yaitu Candi Sumberawan. Candi Sumberawan sering dipakai umat Budha sebagai pusat perayaan Hari Raya Waisak di Kabupaten Malang.

Sejak zaman penjajahan Belanda, wilayah Malang merupakan markas dari beberapa institusi militer yang berlanjut hingga Republik Indonesia terbentuk. Beberapa institusi militer yang bermarkas di Singosari antara lain, Batalyon Artileri Medan 1/105, Batalyon Kavaleri 3/Serbu, dan Divisi Infanteri 2/Kostrad

Pesatnya perkembangan Kota Malang serta letak Kecamatan Singosari yang berbatasan langsung dengan wilayah kota, menjadikan seolah-olah kecamatan ini menjadi satu dengan Kota Malang, terutama di sepanjang poros jalan raya Malang-Surabaya. Karena lokasinya yang strategis, beberapa industri besar dan menengah membangun pabriknya di Singosari.

Pemerintah Kabupaten Malang memproyeksikan Kecamatan Singosari sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan wisata religi bagi wisatawan lokal maupun asing. Salah satu upaya tersebut adalah dengan digelarnya Grebeg Singhasari oleh jajaran pemerintah bersama warga Singosari untuk mencerminkan kejayaan masa lalu dari Kerajaan Singosari

MUSPIKA SINGOSARI

Camat

Eko Margianto, AP. SSos

Danramil

Kapten Arm Abd Kodir

Kapolsek

Akp M. Budiarto SH

ARTIKEL SINGOSARI

TESTIMONI

"Keberadaan Koramil adalah sebagai upaya deteksi dini dari ancaman terhadap bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia"

Ferry Muzawwad, S.I.P.

Dandim 0818

"Babinsa adalah prajurit hebat yang merupakan ujung tombak di wilayah dengan kemampuan yang sangat kompleks"

Teguh Prastowo

Kasdim 0818

CUACA

Singosari
light rain
21.3 ° C
21.3 °
21.3 °
87 %
0.4kmh
74 %
Mon
21 °
Tue
30 °
Wed
29 °
Thu
30 °
Fri
28 °