Tulisan tidak akan lekang oleh waktu, Pernah mendengar pepatah seperti judul di atas? ya itu benar, Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan sesuatu yang tak terucapkan, mencerminkan kedalaman pikiran, dapat dibaca berulang-ulang, mudah diduplikasi, berdaya sebar tinggi, dan abadi melampui zaman. 

Menulis adalah satu dari sekian banyak instrumen perekam jejak sejarah, dan wasilah ini yang paling banyak tersebar dan mudah di dapat. Jika Kita hendak merekam sesuatu, cukuplah tuangkan lewat tulisan. Inilah cara klasik yang takkan pernah tergantikan oleh apa pun, menulis dan tulisan akan selalu ada dan akan tetap ada tidak akan lekang oleh waktu.

Mungkin tulisan kita saat ini merupakan catatan kejadian yang biasa-biasa saja. Namun, di masa mendatang, artikel atau catatan tersebut bisa saja menjadi sangat berharga karena peristiwa yang saat ini dianggap biasa ternyata menjadi sesuatu yang istimewa di masa yang akan datang. Atau jika kita suka mencatat peristiwa di sekeliling kita, atau menuliskan kegiatan-kegiatan kebudayaan di sekitar kita, suatu hari, dalam beberapa tahun mendatang, tulisan yang pernah kita buat tentunya akan menjadi catatan sejarah yang penting.

Tulisan bersifat lebih abadi daripada bahasa lisan. Setelah mendengar orang bicara, selang beberapa menit seseorang bisa lupa. Berbeda dengan tulisan, ketika seseorang lupa tentang apa yang dibacanya, dia dapat membaca kemudian mengingatnya kembali. Selain itu, ketika tidak mengerti maksud sebuah tulisan, seseorang dapat mempelajarinya berulang-ulang sampai dia mengerti.

Fakta-fakta tersebut seharusnya dapat membuat kita semakin tergerak untuk lebih banyak lagi menuliskan hal-hal yang bermanfaat. Kelak, meskipun kita telah tiada, ide dan pikiran kita tetap ada. Orang lain pun tetap dapat belajar dan beroleh berkat dari setiap tulisan kita.

Menulis setiap hari (apa pun itu, termasuk menulis artikel di website), dapat memberikan efek yang luar biasa untuk hidup kita, berikut ini manfaat lain kebiasaan menulis yang dapat kita peroleh.

Menulis sebagai ladang sedekah

Memberi sedekah kepada orang lain ternyata tidak mesti dengan uang atau berupa barang lainnya. Memberi sedekah bisa juga dengan menulis karena dengan tulisan yang inspiratif dan motivatif, orang pun akan sukses, lewat tulisan kita juga bisa berbagi sesuatu yang bermanfaat, baik berupa ilmu, pengalaman, maupun motivasi dari seorang penulis yang dituangkan lewat tulisan.

Sebuah hadis menyatakan: ” Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)

Hadis lain mengatakan:

“ Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah telah baik bagimu dari pada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik dari pada shalat seribu rakaat.” (HR. Ibn Majah)

Dari kedua hadis ini jelas bahwa menyebarkan ilmu kepada orang lain adalah sedekah. Menulis melalui media buku atau website sama dengan menyebarkan ilmu. Ia bersedekah dan ia akan mendapatkan pahala yang besar, semakin banyak kita menulis maka semakin banyak sedekah yang kita amalkan, melalui amalan sedekah janji Allah akan menjauhkan kita dari musibah, kerugian dan kesialan.

Aktifasi Otak

Menulis erat sekali kaitannya dengan kerja otak. Sebagaimana tubuh membutuhkan olahraga, dan hati butuh ibadah, otak juga butuh olahraga. Menulis adalah olahraga otak dengan melatihnya terus berfikir positif. Bagaimana agar otak tetap berfikir positif, diantaranya dengan membiasakan menulis, mengungkapkan apa yang terpikirkan lewat tulisan, dengan kebiasan inilah otak terus bekerja, Saat akan mulai menulis, berbagai ide dan gagasan seperti simpang siur dalam pikiran seorang penulis.

Ide dan gagasan tersebut harus disusun secara sistematis agar dapat dipahami dan dimengerti orang lain dengan baik. Apabila terbiasa melakukannya, kemampuan berpikir kita akan semakin tajam maka otak tidak akan pikun nantinya, tidak menjadi pelupa di saat tua, karena ibarat pedang, semakin sering diasah dan digunakan, ia semakin baik dan tajam, begitu pula dengan otak kita.

Sarana Bahagia

Menurut sebuah artikel tahun 2005 di jurnal Advance in Psychiatric Treatment, manfaat menulis tulisan ekspresif tidak hanya dialami dalam jangka pendek, namun juga dalam jangka panjang. Menulis ekspresif telah dikaitkan dengan peningkatan suasana hati, kesejahteraan, tingkat stres dan gejala depresi, serta manfaat fisik seperti penurunan tekanan darah, dan juga peningkatan fungsi paru-paru dan hati.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis tulisan ekspresif dapat membantu orang dengan gangguan stres pasca trauma, Dari semua manfaat menulis setiap hari yang telah disebutkan di atas, ini adalah inti dari semuanya yaitu Merasa bahagia!

Ketika kita dapat melakukan apa yang kita ingin lakukan, saat kita dapat menuangkan ide-ide yang berjejal di pikiran hingga akhirnya menghasilkan karya dan bermanfaat untuk orang lain, atau diri kita semakin hari dapat menjadi lebih baik, maka hal itu akan membuat kita merasa berharga.

Rasa berharga itulah yang membuat kita dapat merasa bahagia. Anda ingin bahagia? menulislah mulai hari ini, ekspresikan diri anda melalui Karya tulisan, di zaman modern seperti sekarang menulis tidak harus melalui pena dan buku, membuat artikel di website adalah salah satu cara menulis yang efektif, anda bisa menulis melalui smartphone atau komputer, tulisan apapun bebas anda buat, menulis bebas membantu kita ketika terpaksa harus menulis, tulisan tidak akan lekang oleh waktu buktikan dan selamat menulis, salam !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here