Kodim 0818Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang untuk membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “ Devide et impera ”.

Pada hari Jumat (05/07/19) Sertu Kusdarianto memberikan Wawasan Kebangsaan kepada Murid SD Kalipare 3 yang bertempat di Dusun Sumber Maron Desa Kalipare dengan tujuan agar siswa-siswi SD 3 Kalipare bangga kepada Bangsa Indonesia.

Kepala SD 3 Kalipare Bu Yuniarti S.Pd. mengatakan bahwa ” Kegiatan Wasbang dilaksanakan minimal 3 bulan sekali agar siswa dan siswi mengerti sejarah bangsa yang menimbulkan bangga dan cinta tanah air dan Bangsanya sendiri “. ungkapnya.

Wasbang Babinsa di SDN 3 Kalipare

Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik, ekonomi/ perdagangan, pendidikan, kesenian, pers dan kewanitaan.

Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara. Dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata.

Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar “ Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia ”. Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan, sikap, dan tekad yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur. Sikap dan tekad itu adalah pengejawantahan dari satu Wawasan Kebangsaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here