Kodim 0818-Mengingat di saat sekarang sering kali terjadi bencana alam untuk mengantisipasi bahayanya seperti Tsunami, Bencana banjir, Tanah longsor maupun Puting beliung, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangkates mengadakan Sosialisasi Bencana Tsunami yang digelar di Balai Desa Srigonco Kec. Bantur Kab. Malang, dihadiri oleh 80 orang dari berbagai Instansi, pada hari ini Rabu (20/02/19).

Para hadirin dengan hikmat dan seksama mendengarkan sosialisasi Bencana Tsunami yang diberikan dari personel BPBD dan BMKG Karangkates, secara bergantian mereka menyampaikan Materi tentang Bencana Tsunami dan penanganannya. Mereka mendapatkan Ilmu tentang bagaimana mengamankan diri saat terjadi Bencana Tsunami di wilayahnya.

Sosialisasi Bencana Tsunami yang digelar di Balai Desa Srigonco Kec. Bantur Kab. Malang, oleh BPBD Kab. Malang dan BMKG Karangkates

Perwakilan BPBD Kab. Malang Bapak Iksan Hadi mengatakan bahwa ” Sosialisasi dan simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada hadirin agar tanggap ketika terjadi bencana Tsunami, disini kami memberikan pemahaman atau simulasi kepada hadirin saat terjadi bencana di dalam kelas maupun di rumah,” kata Bapak Iksan.

Ia menambahkan, dengan sosialisasi dan simulasi seperti mereka akan memiliki pemahaman tentang bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri ketika terjadi bencana, ujarnya.

Dengan adanya Informasi dan pemahaman yang Tepat dan akurat maka masyarakat dan pemerintah akan mengetahui untuk melakukan langkah yang tepat untuk mengurangi resiko kebencanaan yang sesuai dengan peran masing – masing di lapangan, pungkasnya.

Peserta Sosialisasi Bencana Tsunami yang digelar di Balai Desa Srigonco Kec. Bantur Kab. Malang, oleh BPBD Kab. Malang dan BMKG Karangkates

Perwakilan dari BMKG Kab. Malang Bapak Musripan menyampaikan bahwa “ Wilayah Indonesia yang sangat luas dengan terdiri lautan tentunya sangat rawan dengan resiko bencana tsunami, maka sangat penting bagi kita untuk mendapatkan ilmu mitigasi bencana, kesiap siagaan sangat penting selain fasilitas yang telah ada seperti Sistem  Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Ina TEWS)”, imbuhnya.

“ Standar Operasional harus selalu kita koreksi dan kita perbaiki agar saat terjadi bencana kita tahu melakukan langkah penyelamatan dan arah evakuasi, karena bencana bisa saja terjadi kapan saja, seperti saat jam belajar terjadi gempa, peran guru sangat besar dalam proses evakusi siswa, maka pendidikan mitigasi ini harus kita sampaikan ke -pada mereka.” tegasnya.

Sementara itu terkait sistem pengamatan Gempabumi dan Tsunami BMKG telah memasang peralatan Seismometer yang saat ini di Indonesia telah terpasang sebanyak 164 titik berfungsi sebagai pusat infomasi gempa bumi dan peringatan dini Tsunami yang mengirim data gempa melalui satelit.

“ Untuk Alat sirene Tsunami (Buoy) di wilayah Sumatera dan Aceh sudah memenuhi  standar karena peringatan tsunami untuk menyampaikan infomasi evakusi juga dibantu infomasi melalui media yang ber -peran aktif saat bencana terjadi di wilayah Indonesia”, tuturnya.

Sebagai alat pengamatan, BMKG juga telah memasang 9 buah CCTV online untuk memantau pergerakan tsunami jika sewaktu-waktu  bila  terjadi serta untuk keperluan penelitian tsunami, alat tersebut sudah di pasang di kawasan Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Seminyak, Pantai Tanjung Benoa (Bali), Pantai Lamawe, Pantai Labuan, Pantai Bantul, Pantai Korong Campongo (Sumbar) dan Pantai Jayapura (Papua), Alat CCTV tersebut akan secara online bisa mengirimkan gambar ke kantor Pusat Peringatan Dini Tsunami di Jakarta, pungkasnya.

Sementara itu, Danramil 0818/ 12 Batur Kapten Arm Eddy Purwanto mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kab Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan BMKG Karangkates yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan sosialisasi tentang bencana Tsunami kepada Masyarakat di Kec. Bantur khususnya di Desa Srigonco ini.

“ Ini adalah satu point yang sangat berharga bagi kami. Sebab, dengan sosialisasi dan simulasi bencana alam seperti ini, kami mengetahui bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri dan pihaknya akan kembali melakukan simulasi serupa kepada seluruh warga di Kec. Bantur, sehingga mereka akan memiliki pemahaman ketika bencana terjadi”, pungkas Danramil Bantur.

Kegiatan Sosialisasi Bencana Tsunami tersebut juga di hadiri Muspika Kec. Bantur antara lain Camat Bantur Drs. Trisulawanto, M.Si yang diwakili Sekcam Bapak Drs. Sugeng, Danramil 0818/ 12 Bantur Kapten Arm Eddy Purwanto beserta anggota, Kapolsek Bantur AKP Yatmo SH, Perwakilan dari BMKG Karangkates Kab. Malang Bapak Agus Purwanto dan Bapak Musripan, Perwakilan dari BPBD Kab. Malang Bapak Iksan Hadi dan Bapak Indra, Perwakilan dari Mantri Perhutani Wil. Bantur Bapak Sukiyat beserta anggota Polhut, Perwakilan dari Puslatpur TNI AL Purboyo Peltu Ngateno, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonodadi Desa Srigonco, Kades Srigonco Bapak Bambang beserta perangkat desa, Anggota BPBD Kab. Malang Wil Kec. Bantur, Ketua PD Jasa Yasa Balekambang Bapak Yasdi beserta anggota, Anggota Linmas Desa Srigonco, serta Siswa dari SMP Kec. Bantur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here