Kodim 0818-Saka Wira Kartika (SWK) Kodim 0818/ Wil. Kab Malang-Batu menugaskan empat (4) personilnya untuk berpartisipasi dalam pembukaan Sosialisasi Pembinaan Wawasan Kebangsaan (Binwasbang) TW. II TA. 2019 di Aula Makodam V/ Brawijaya.

Empat personil tersebut antara lain Ade Maulana, Desy Varika S.I.P, Ronny Nur Achmadi, Wenny Ardyaningtyas Amd.Keb., Acara yang diselenggarakan pada Selasa (23/04/19) yang lalu, diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari KBT, Toga, Tomas, Dosen, Guru, Mahasiswa, Pelajar, Pramuka, Satpam, Santri, dan LSM sejajaran Jawa Timur.

Aster Kodam V/ Brawijaya saat pembukaan menjelaskan bahwa ” Wawasan kebangsaan merupakan embrio dari ketahanan nasional, telah diketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang luas secara otomatis memiliki masyarakat yang majemuk dan sebagai warga negara yang baik harus saling menghargai pluralisme (menghargai keberagaman yang ada di masyarakat). Bila pemahaman wasbang meningkat, maka persatuan dan kesatuan NKRI juga kuat karena semangat untuk cinta tanah air, membela dan menjaga keutuhan NKRI, ungkapnya.

Semangat bela negara dan wawasan kebangsaan juga ditekankan oleh Letkol Budi Santoso dalam materi yang disampaikan dengan cara yang menarik, dengan menggunakan Sistem tanya jawab yang merangsang keaktifan dan partisipasi peserta menjadi hal yang menarik dan ” masuk ” kedalam jangkauan pemikiran peserta yang memiliki latar belakang berbeda dan beliau mengaitkan istilah dan fungsi negara dengan kehidupan sehari-hari seperti pakaian, rumah, teman, dan komunikasi, jelasnya.

Manusia, masyarakat, warga berada dalam suatu negara yang mana negara layaknya sebuah rumah, sebagai makhluk sosial tentu manusia membutuhkan tempat untuk berekspresi dan berkomunikasi, sebuah tempat dimana kita lahir dan tumbuh lalu menuntut ilmu hingga dewasa dan negara juga sebagai tempat berlindung warganya.

Letkol Budi Santoso juga mengatakan bahwa sudah saatnya seluruh komponen masyarakat sadar, bangkit, berjuang bersama untuk NKRI melalui berbagai dimensi kehidupan masyarakat sesuai profesi dan bidangnya masing-masing, dengan seperti apa yang dikehendaki dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata), dengan langkah awal yang dapat ditempuh melalui pembinaan teritorial agar lebih memahami wilayah dan medan, kemudian begitu pula dengan ‘Bottom up approach” yang didalamnya terdiri dari ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, dan ketahanan keluarga.

Apabila bekal wawasan kebangsaan dan bela negara telah menciptakan berbagai ketahanan, maka akan timbul masyarakat yang berkarakter dan berkepribadian tangguh, sehingga masyarakat akan tumbuh sikap rela berkorban, siap menghadapi globalisasi, dengan mengatasi ancaman yang semakin kompleks, tantangan yang multidimensional, gangguan yang sulit diprediksi, dan berbagai hambatan baik dari luar maupun dalam negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here