Kodim 0818-Rangkaian Peringatan HUT PMI ke-74 Tahun 2019 diawali dengan Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Monumen Peniwen Affair yang terletak di Desa Peniwen Kec. Kromengan di hadiri 70 orang, pada hari Selasa (17/09/19).

Danposramil 0818/ 35 Kromengan Peltu Sido asmoro S.Pd bersama Muspika dan undangan mengikuti rangkaian Upacara Peringatan HUT PMI ke 74 Tahun 2019 di Monumen Peniwen Affair

Rangkaian upacara yang diawali dengan Persiapan Upacara, Pembina Upacara memasuki tempat Upacara, Laporan Komandan Upacara, Penghormatan kepada arwah para Pahlawan dipimpin Komandan Upacara, Mengheningkan cipta dipimpin oleh Pembina Upacara, Pelaksanaan Tabur Bunga di Makam Pahlawan PMR, Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara, Pembina Upacara meninggalkan tempat Upacara dan Upacara Ziarah selesai di akhiri dengan Foto bersama.

Kegiatan yang dihadiri antara lain Ketua PMI Kab. Malang Ibu Hj. Jajuk Rendra Kresna, Camat Kromengan yang di wakili Sekcam Ibu Sri Pawening, Danposramil 0818/ 35 Kromengan Peltu Sido Asmoro, S.Pd, Kapolsek Kromengan di wakili Bripka Jumingan, Pendeta GKJW Peniwen Bpk. Andriyono, Seluruh Kades se-Kecamatan Kromengan, perwakilan anggota PMI dan PMR Kab. Malang.

Ditempat terpisah Danposramil 0818/ 35 Kromengan Peltu Sido Asmoro S.Pd menyampaikan bahwa “ Upacara di Monumen Peniwen Affair digelar untuk memberi penghargaan kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang gugur pada jaman Kemerdekaan dulu, Monumen Peniwen Affair merupakan satu-satunya monumen relawan PMR di Indonesia yang mana merupakan monumen peringatan mengenang kembali anggota PMR Desa Peniwen pada saat revolusi (Clash II), ” ungkap Peltu Sido.

Danposramil 0818/ 35 Kromengan Peltu Sido Asmoro S.Pd turut Tabur Bunga kepada Pahlawan PMR yang telah gugur

” Mereka gugur karena dibantai oleh pasukan Belanda secara kejam. Sebagian besar mereka adalah pemuda desa setempat dan anggota Brigade 16 Sektor Kawi Selatan yang mana Desa itu memang menjadi markas Brigade 16 sektor Kawi Selatan. Sebelum dibantai, merekalah yang merawat para pasien yang luka dan semuanya dipaksa keluar dari RS Panti Husada oleh Belanda, di dekat monumen itu ada makam para Pahlawan PMR, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada mereka semua sebagai pahlawan PMR, ” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here